KENAIKAN HARGA BBM BUKAN MASALAH,
KARENA DAPAT MENGGIRING RAKYAT
Oleh : Abdul Aziz, S.E., M.Si.
Sejalan dengan rencana Pemerintah untuk menaikkan Harga BBM sebesar Rp. 1.500/ltr, hal tersebut seharusnya disambut dengan gegap gempita oleh seluruh Rakyat Indonesia, karena hal itu merupakan cita-cita yang luhur Pemerintah dalam rangka memakmpuskan rakyat. Mengapa kita harus merisaukan kenaikan BBM tersebut, toh pada gilirannya juga akan membuat kita makmpus. Jika kita makmpus, bukankah hal itu sangat menguntungkan kita, sehingga kita tidak perlu lagi berlama-lama di dunia yang Indah ini (bagi Koruptor).
Namun saya sedikit mengkritik Pemerintah, mengapa hanya menaikkan sebesar Rp. 1.500/ltr, bukankah lebih baik menaikkan sebesar Rp. 1.500.000/ltr, toh hal tersebut akan sangat membantu Pemerintah di dalam mengatasi defisit Anggaran, sehingga pembangunan akan dapat terus dilanjutkan, dan saya yakin bahwa rakyat pasti akan makmur (karena sudah banyak yang mampus), selain itu akan dapat menyehatkan rakyat, karena rakyat tidak perlu lagi makan nasi (karena hanya mengandung karbohidrat), rakyat mengganti dengan yang lebih bergizi, seperti GADUNG, atau NASI AKING (KAN LEBIH BERGIZI). Dan juga dapat meningkatkan KREATIFITAS RAKYAT, jika selama ini rakyat mengkonsumsi ikan, daging dan ayam, maka diharapkan rakyat dapat menggunakan sumber daya yang lain untuk dijadikan lauk-pauk, misalnya KODOK, BELUT, ULAR, CACING, BELATUNG, BELALANG atau yang lainnya, sehingga orang madura tidak lagi membuat sate kambing atau sate ayam, tapi juga SATE KODOK, SATE BELUT, ATAU SATE ULAR (TENTU GGUZUNYA SANGAT TINGGI, BUKAN!!).
Dengan menaikkan harga BBM menjadi Rp. 1.500.000/ltr, bukankah juga membantu Pemerintah di dalam mengatasi “KEMACETAN”, karena jalan-jalan menjadi “LENGANG”, selain itu juga dapat membuka “LAPANGAN PEKERJAAN” bagi rakyat kecil, karena akan menjamurnya usaha-usaha kecil, yaitu “USAHA PENITIPAN SEPEDA”. Dan juga tidak menambah kepusingan Pemerintah untuk memperlebar jalan dan membuat jalan Tol atau Fly Over, malah sebaliknya jalan diperkecil, dan “YANG HARUS DILEBARKAN ADALAH TROTOAR”, karena dapat dipastikan “BANYAK RAKYAT YANG JALAN KAKI” (bukankah ini sehat, coba anda lihat Negara-negara di Eropa, Jepang, dan Negara lainnya, rata-rata rakyatnya banyak yang jalan kaki). Hal itu berarti pula kesadaran rakyat Indonesia sudah sangat tinggi untuk jalan kaki, dan kita akan disejajarkan dengan “Negara-negara Maju”.
Selain itu, Industri Besi dan Baja, tidak lagi mengeluh kekurangan pasokan bahan besi dan baja, karena bisa dipastikan akan banyak sekali rakyat yang dengan suka rela “MENJADIKAN MOBIL DAN MOTOR MEREKA SEBAGAI BARANG RONGSOKAN”.
Jadi sayang mengajak segenap lapisan rakyat di Indonesia, untuk mendukung sepenuhnya rencana Pemerintah dalam meningkat harga BBM, karena rakyat sendiri yang akan merasakan MANFAAT YANG SANGAT BESAR, diantaranya : MASYARAKAT LEBIH SEHAT, LEBIH KREATIF, DAN LEBIH MAKMPUS.
Kemudian saya juga menganjurkan kepada segenap rakyat, agar dalam PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 nanti, akan tetap mencoblos “partai demokrat”, karena dengan begitu kita akan dapat membantah “teori suku maya”, yang mengatakan bahwa kiamat pada tahun 2012, DAN KITA AKAN MEMBUKTIKAN BAHWA KIAMAT TERNYATA TAHUN 2014, DAN DIMULAI DULU DARI INDONESIA.
Kemudian saya sangat tidak setuju kalau ada partai lain atau pengamat yang mengatakan kinerja SBY tidak baik, hal itu salah besar, TERBUKTI BAHWA SELAMA 8 TAHUN MEMIMPIN INDONESIA, SBY SUDAH SANGAT BERHASIL MEMIMPIN RAKYAT INDONESIA MENUJU KEMAKMPUSAN, DAN DENGAN SUKSES MEMBUKA PINTU GERBANG “KIAMAT LOKAL”.
Dan akhir kata saya MENENTANG TINDAKAN MAHASISWA YANG INGIN DEMO APALAGI ANARKIS, HAL TERSEBUT AKAN MEMBUANG-BUANG ENERGI SAJA, SEBAIKNYA MAHASISWA TETAP BERADA DI KAMPUS, BELAJAR DAN BERKOORDINASI DENGAN SETIAP KAMPUS YANG ADA DI INDONESIA, UNTUK MENGHIMPUN DANA DARI MAHASISWA LAIN DAN RAKYAT, DANA TERSEBUT NANTINYA AKAN DISUMBANGKAN KEPADA “SNIPER”, BIARLAH DIA YANG MENYELESAIKAN MASALAH, DENGAN SATU CATATAN PENTING YAITU “JANGAN SAMPAI SALAH SASARAN, SASARAN UTAMANYA ADALAH “SBY”. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA…. KHA… KHA….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar