Halaman

Sabtu, 24 Maret 2012

Kenaikan Harga BBM, Siapa Takut !!!

KENAIKAN HARGA BBM, SIAPA TAKUT
Oleh : Abdul Aziz, S.E., M.Si.

Pada tanggal 1 April 2012 nanti, Pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga BBM. Sebagai rakyat kecil, saya pribadi tidak akan takut, tidak akan risau, apalagi galau. Saya akan dengan gegap gempita menyambut kenaikan harga BBM tersebut, namun ada 2 hal penting yang menjadi penyesalan saya, yaitu: (1) Saya sangat menyesalkan "MENGAPA BARU SEKARANG MENAIKKAN HARGA BBM, MENGAPA TIDAK DARI DULU-DULU; (2) Saya sangat menyesalkan mengapa hanya naik sebesar Rp. 1.500/ltr, saya sangat berharap Pemerintah menaikkannya sebesar Rp. 1.500.000/ltr, atau Rp. 15.000.000/ltr, atau lebih besar laggi.
Mengapa saya menyesalkan baru sekarang harga BBM dinaikkan dan hanya dinaikkan sebesar Rp. 1.500/ltr, karena jika dari dulu-dulu harga BBM tersebut dinaikkan, maka sudah sejak lama Indonesia ini terhindar "POLUSI", karena akan sangat banyak sekali rakyat Indonesia yang dengan sukarela "BERJALAN KAKI" atau "MENGGUNAKAN SEPEDA". Hal ini juga dapat meningkatkan "TARAF KESEHATAN" rakyat Indonesia, dapat "MENGHEMAT ENERGI", sehingga cadangan ENERGI tidak habis dalam waktu 150 tahun mendatang, mungkin 300 tahun atau 3.000 tahun lagi baru habis, dan juga dapat MENSEJAJARKAN Indonesia dengan Negara-negara maju lainnya yang telah terlebih dahulu rakyatnya SADAR KESEHATAN, karena mereka lebih senang berjalan kaki dan bersepeda.
Selain itu, juga dapat menjadikan Indonesia LUMBUNG PADI, karena rakyat akan berlomba-lomba untuk menanam padi, karena harga beras akan sangat mahal sekali, tentu hal ini juga akan MENSEJAHTERAKAN PETANI, hal itu juga didukung dengan lahan pertanian (terutama di Jawa), yang bebas dari PELEBARAN JALAN dan PEMBUATAN JALAN TOL, karena JALAN-JALAN YANG ADA SUDAH TERLALU LEBAR UNTUK DILEWATI OLEH SATU ATAU DUA KENDARAAN SAJA, dan hal ini tentu mengurangi tingkat "STRES" PEJABAT-PEJABAT PEMERINTAHAN (terutama di Jakarta), karena sudah tidak perlu lagi meributkan masalah "KEMACETAN". Kemudian tingkat PEREKONOMIAN RAKYAT KECIL JUGA PASTI AKAN MENINGKAT, karena akan bermunculan usaha-usaha kecil, seperti PENITIPAN SEPEDA, MENINGKATKAN LABA INDUSTRI SEPATU DAN SENDAL, karena bisa dipastikan tingkat keausan sepatu dan sandal akan sangat tinggi, sekaligus akan dapat mengurangi secara signifikan PENYEBAR RANJAU PAKU, karena kendaraan bermotor sudah sangat jarang sekali.
Selanjutnya beberapa Industri besar seperti KRAKATAU STELL, tidak akan lagi mengeluh kekurangan pasokan besi dan baja, karena dapat dipastikan tersedia secara berlimpah di dalam negeri, karena akan dipastikan rakyat akan MERONGSOKKAN KENDARAAN BERMOTOR MEREKA, namun ada sedikit PR untuk Pemerintah Daerah dan DPRD, yaitu dalam mengatur RETRIBUSI PARKIR, karena yang banyak parkir tentulah SEPEDA, dan juga mungkin BECAK, kalo sebelumnya parkir kendaraan Rp. 1.000 (atau lebih kurang seperempat harga BBM), karena harga BBM sedkit dinaikkan sebesar Rp. 1.500.000 atau menjadi Rp. 1.504.500, sebaiknya parkir SEPEDA juga seperempat harga BBM, lebih kurang Rp. 350.000, kan tidak ada kenaikan tarif parkir, hanya "PENYESUAIAN SAJA".
Begitu pula dengan KEPOLISIAN, agak kerepotan harus melkukan MUTASI BESAR-BESARAN terhadap kendaraan bermotor yang berubah menjadi Sepeda. (Pastinya Sepeda harus ada BPKB, ehh salah, BPS, dan STNK ehh salah, STNS). Namun saya yakin tidak akan terjadi kenaikan pajak kendaraan sepeda, KEPOLISIAN pasti akan dengan sangat bijak "MENYESUAIKAN SAJA", jika dulu rata-rata tarif pajak kendaraan bermotor katakanlah Rp. 200.000 dalam setahun (berarti 50 kali harga BBM waktu itu), karena sekarang harga BBM menjadi Rp. 1.504.500, berarti rata-rata pajak kendaraan sepeda sekitar Rp. 75.000.000 (sama dengan 50 kali harga BBM, hal ini tidak dapat dijadikan alasan bagi pemilik kendaraan untuk protes atau demo, karena tarif pajak tersebu hanya "MENYESUAIKAN SAJA" bukan peningkatan. Di luar hal tersebut, hal ini dapat sedikit merepotkan Industri Sepeda, karena harus menambah NOMOR RANGKA pada Sepeda yang mereka produksi.
Kenaikan harga BBM ternyata juga dapat menjadikan Indonesia sebagai NEGARA YANG PALING TINGGI PERADABANNYA, karena akan bermunculan SITUS-SITUS SEJARAH BARU, yang akan melengkapi situs sejarah yang banyak dijarah oleh masyarakat. Situs-situs Sejarah baru tersebut misalnya SITUS PJKA, SITUS BANDARA, SITUS DERMAGA, SITUS SPBU, dan situs-situs lainnya. Hal ini juga sangat membantu SEJARAWAN, di mana dalam menjelaskan kronologis sejarah, tidak perlu lagi ada "MISING LINK", dan kemungkinan terjadi "ERROR TERM", karena situs-situs sejarahnya masih terawat dengan baik.
Namun ada beberapa hal kecil yang juga harus menjadi perhatian Pemerintah, misalnya ada beberapa Industri yang mati suri, misalnya INDUSTRI MASKER dan INDUSTRI KNALPOT, hal ini menjadi PR baru bagi Pemerintah. Dalam hal ini Pemerintah harus membuat Proyek sosialisasi, dengan tujuan agar Indutri-industri merubah jenis produksi, bukan masker lagi tapi DIGANTI DENGAN BAN SEPEDA, KNALPOT DIGANTI DENGAN PEDAL DAN RANTAI SEPEDA. Selanjutnya Pemerintah Daerah harus mengubah Mata Anggaran, tentunya bersama-sama DPRD, bukannya pelebaran atau pebaikan jalan, namun pelebaran dan perbaikan TROTOAR, hal ini diharapkan dapat MENGURANGI KEMACETAN PEJALAN KAKI. Dan disisi lain Industri aspal juga harus diarahkan pada industri BATAKO.
Lagi-lagi kondisi yang baru ini, dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, karena pasti akan bermunculan WARUNG-WARUNG KOPI BARU, yang akan dapat melayani pengendara sepeda dan pejalan kaki yang ingin singgah (kalau bukan kecapekan).
Jadi kesimpulannnya, mengapa kita harus takut jika Pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM, lagi pula LHO (Pemerintah), GUE (Rakyat), - sudah sejak lama - END.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar