
ANALISIS PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA
KANTOR CAMAT KECAMATAN TUGU MULYO
KABUPATEN MUSI RAWAS

A. Latar Belakang Masalah
Idealnya tiap perusahaan memiliki budaya kerja. Yakni suatu sistem nilai yang merupakan kesepakatan kolektif dari semua yang terlibat dalam perusahaan. Yang dimaksud dengan kesepakatan disini adalah dalam hal cara pandang tentang bekerja dan unsur-unsurnya. Suatu sistem nilai merupakan konsepsi nilai yang hidup dalam alam pemikiran sekelompok manusia/ individu karyawan dan manajemen. Dalam hal ini budaya kerja berkaitan erat dengan persepsi terhadap nilai-nilai dan lingkungannya. Lalu persepsi itu melahirkan makna dan pandangan hidup yang akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku karyawan dan manajemen dalam bekerja.
Pada hakikatnya, bekerja dapat dipandang dari berbagai perspektif seperti bekerja merupakan bentuk ibadah, cara manusia mengaktualisasikan dirinya, bentuk nyata dari nilai-nilai, dan sebagai keyakinan yang dianutnya. Semua pandangan itu dapat menjadi motivasi untuk melahirkan karya yang bermutu dalam pencapaian tujuan organisasi dan individu. Karena itu setiap karyawan dan manajemen seharusnya memiliki sudut pandang atau pemahaman yang sama tentang makna budaya kerja dan batasan bekerja.
Budaya kerja dalam organisasi seperti di perusahaan diaktualisasikan sangat beragam. Bisa dalam bentuk dedikasi/loyalitas, tanggung jawab, kerjasama, kedisiplinan, kejujuran, ketekunan, semangat, mutu kerja, keadilan, dan integritas kepribadian. Semua bentuk aktualisasi budaya kerja itu sebenarnya bermakna komitmen.
Bentuk komitmen karyawan bisa diwujudkan antara lain dalam beberapa hal sebagai berikut .
- Komitmen dalam mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi.
- Komitmen dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja standar organisasi.
- Komitmen dalam mengembangkan mutu sumberdaya manusia ber-sangkutan dan mutu produk.
- Komitmen dalam mengembangkan kebersamaan tim kerja secara efektif dan efisien.
- Komitmen untuk berdedikasi pada organisasi secara kritis dan rasional.
Pada dasarnya melaksanakan komitmen sama saja maknanya dengan menjalankan kewajiban, tanggung jawab, dan janji yang membatasi kebebasan seseorang untuk melakukan sesuatu. Jadi karena sudah punya komitmen maka dia harus mendahulukan apa yang sudah dijanjikan buat organisasinya ketimbang untuk hanya kepentingan dirinya. Di sisi lain komitmen berarti adanya keta’atan seseorang dalam bertindak sejalan dengan janji-janjinya. Semakin tinggi derajad komitmen karyawan semakin tinggi pula kinerja yang dicapainya. Namun dalam prakteknya tidak semua karyawan melaksanakan komitmen seutuhnya.
Loyalitas disini secara sempit diartikan sebagai seberapa lama seorang karyawan bekerja dalam suatu organisasi atau sejauh mana mereka tunduk pada perintah atasan tanpa melihat kualitas kontribusi terhadap organisasi. Muncul suatu fenomena di
Faktor-faktor intrinsik karyawan dapat meliputi aspek-aspek kondisi sosial ekonomi keluarga karyawan, usia, pendidikan, pengalaman kerja, kestabilan kepribadian, dan gender. Sementara faktor-ekstrinsik yang dapat mendorong terjadinya derajad komitmen tertentu antara lain adalah keteladanan pihak manajemen khususnya manajemen puncak dalam berkomitmen di berbagai aspek organisasi. Selain itu juga dipengaruhi faktor-faktor manajemen rekrutmen dan seleksi karyawan, pelatihan dan pengembangan, manajemen kompensasi, manajemen kinerja, manajemen karir, dan fungsi kontrol atasan dan sesama rekan kerja. Faktor ekstrinsik di luar organisasi antara lain aspek-aspek budaya, kondisi perekonomian makro, kesempatan kerja, dan persaingan kompensasi.
Menegakkan komitmen berarti mengaktualisasikan budaya kerja secara total. Kalau sebagian dari karyawan ternyata berkomitmen rendah maka berarti ada gangguan terhadap budaya. Karena itu sosialisasi dan internalisasi budaya kerja sejak karyawan masuk ke perusahaan seharusnya menjadi program utama. Selain itu pengembangan sumberdaya manusia karyawan utamanya yang menyangkut kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial harus menjadi prioritas disamping ketrampilan teknis. Dukungan fungsi-fungsi manajemen sumberdaya manusia lainnya tidak boleh diabaikan. Kalau tidak diprogramkan secara terencana, maka pengingkaran pada komitmen sama saja memperlihatkan adanya kekeroposan suatu organisasi. Penurunan kredibilitas atau kepercayaan terhadap karyawan pada gilirannya akan mengakibatkan hancurnya kredibilitas perusahaan itu sendiri. Dan ini akan memperkecil derajat loyalitas pelanggan dan mitra bisnis kepada perusahaan tersebut.
Selain ditentukan oleh komitmen organisasi, faktor yang tak kalah penting dalam menunjang prestasi kerja adalah disiplin kerja. Untuk mencapai prestasi kerja pegawai yang tinggi bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Faktor yang sangat penting untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi adalah pelaksanaan disiplin kerja dari para pegawai, karena hal tersebut merupakan salah satu faktor penentu bagi keberhasilan dan kemajuan dalam mencapai tujuan organisasi. Disiplin kerja disini adalah mengenai disiplin waktu kerja, dan disiplin dalam menaati peraturan yang telah ditetapkan dalam organisasi. Dengan adanya kesadaran yang tinggi dalam melaksanakan aturan-aturan organisasi yang diwujudkan dalam disiplin kerja yang tinggi, maka suatu produktivitas kerja juga akan tercapai. Organisasi tidak perlu bersikap lemah dalam menghadapi pegawai. Seorang pemimpin yang lemah bukan hanya akan mengacaukan jalannya organisasi tetapi juga akan kehilangan rasa hormat dari para bawahannya.
Disiplin harus diterapkan dengan segera dan secepat mungkin serta diterapkan secara konsisten. Demikian pula setiap orang berdisiplin sudah tidak mustahil, baik dalam instansi atau organisasi di mana mereka bekerja akan memperlihatkan sebagai suatu organisasi yang sehat, suatu organisasi dengan iklim yang sehat, yang kuat dengan prestasi yang dapat dihandalkan.
Pendekatan dalam disiplin di Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas sudah sesuai dengan teori, yaitu menggunakan pendekatan disiplin progresif. Sistem disiplin pegawai dipandang sebagai suatu penerapan modifikasi perilaku untuk pegawai bermasalah atau pegawai yang tidak produktif. Perlu disadari pembentukan disiplin diri perlu dibantu dengan pendekatan disiplin. Pendekatan disiplin progresif dalam Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas melembagakan sejumlah langkah dalam membentuk perilaku pegawai dan menekankan bahwa tindakan-tindakan dalam memodifikasi perilaku akan bertambah berat secara bertahap jika pegawai tetap menunjukkan perilaku yang tidak layak. Dengan mengikuti tahapan tersebut akan memastikan bahwa sifat dan keseriusan masalah telah dikomunikasikan dengan jelas kepada pegawai sehingga pegawaipun tidak ingin mendapatkan sanksi lagi. Sehingga untuk mengkondisikan disiplin kerja yang semakin baik dengan adanya pemberian penghargaan (reward) bagi pegawai yang berkualitas dan melaksanakan disiplin kerja yang baik serta pemberian hukuman bagi pegawai yang melanggar.
Faktor-faktor yang dapat mendukung kedisiplinan di Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas meliputi kepemimpinan, balas jasa/penghargaan, motivasi kerja dan sanksi. Hal ini sesuai dengan teori yang ada. Faktor-faktor itulah yang akan menimbulkan disiplin yang efektif dan tumbuh dari hati nurani sendiri, karena pada dasarnya disiplin itu lahir, tumbuh dan berkembang dari sikap seseorang di dalam sistem nilai budaya yang telah ada di dalam masyarakat. Dengan faktor-faktor pendukung tersebut disiplin yang mantap akan tumbuh dan terpancar dari hasil kesadaran manusia dan menjadikan manusia berdisiplin dengan sendirinya. Disiplin yang berawal dari diri sendiri menjadi unsur yang sangat penting bagi kualitas pekerjaan.
Suatu faktor penghambat merupakan penyebab kedisiplinan menjadi tidak berjalan secara efektif. Setiap organisasi dalam usaha pencapaian tujuan pasti tidak lepas dari hambatan walaupun hanya sedikit. Demikian juga Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas menghadapi sedikit hambatan dalam melaksanakan kedisiplinan. Hambatan tersebut berawal dari kebiasaan atau lingkungan kerja yang kurang kondusif. Dalam hal ini Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas telah menetapkan peraturan, kewajiban dan larangan yang sudah cukup menjadikan pedoman dalam menciptakan kondisi yang tertib, teratur dan saling menghormati. Namun di dalam kenyataannya, peraturan yang telah lengkap dan baik itu tidak dapat dijalankan semua pegawai Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas. Persoalannya tidak terletak pada peraturannya tetapi pada pelakunya. Sebagian besar pegawai Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas sudah melaksanakan kedisiplinan kerja yang baik, akan tetapi masih ada pegawai yang melanggarnya. Tentu saja hal ini akan menghambat kedisiplinan yang dikhawatirkan akan berpengaruh yang sama bagi pegawai lain.
Pegawai dan organisasi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pegawai memegang peran utama dalam menjalankan roda kehidupan organisasi. Apabila pegawai memiliki produktivitas dan motivasi kerja yang tinggi, maka laju roda pun akan berjalan kencang, yang akan menghasilkan kinerja yang baik bagi organisasi. Di sisi lain, bagaimana mungkin roda organisasi berjalan baik, kalau pegawainya bekerja tidak produktif, artinya pegawai tidak memiliki semangat kerja yang tinggi, tidak ulet dalam bekerja dan memiliki moril yang rendah.
Apa yang diuraikan di atas berlaku umum untuk semua organisasi, termasuk Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas. Dari hasil penjabaran latar belakang tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan judul “Analisis Pengaruh Komitmen Organisasi dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas”.
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
a. Komitmen Organisasi
1) Belum tertanamnya komitmen organisasi dalam diri pegawai negeri sispil dalam mencapai tujuan organisasi.
2) Pegawai negeri sipil masih merasa belum terikat dalam satu kesatuan organisasi.
3) Masih kecilnya rasa tanggung jawab pegawai terhadap organisasi.
b. Disiplin Kerja
1) Masih seringnya pegawai tidak masuk kerja tanpa keterangan.
2) Masih seringnya pegawai meninggalkan tugas pada saat jam kerja.
3) Masih seringnya pegawai menyelesaikan tugas-tugas tidak sesuai aturan atau prosedur yang berlaku.
4) Disiplin kerja yang masih belum didukung oleh penghargaan (reward) dan hukuman (punishment)
5) Lingkungan kerja yang masih belum mendukung upaya pendisiplinan pegawai.
6) Masih rendahnya tingkat disiplin pegawai.
c. Prestasi Pegawai
1) Masih rendahnya motivasi pegawai dalam menjalankan pekerjaan.
2) Masih rendahnya tingkat produktifitas kerja pegawai.
3) Masih rendahnya tingkat prestasi pegawai.
2. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini penulis membatasi hanya pada lingkup Komitmen Organisasi, Disiplin Kerja, Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas saja.
3. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
a. Apakah terdapat pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas
b. Apakah terdapat pengaruh Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas
c. Apakah terdapat pengaruh Komitmen Organisasi dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas.
2. Untuk mengetahui pengaruh Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas.
3. Untuk mengetahui pengaruh Komitmen Organisasi dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Penulis
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi media belajar untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah penulis dapatkan semasa di bangku kuliah, terutama di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya tentang Komitmen Organisasi, Disiplin Kerja, dan Prestasi Kerja Pegawai.
2. Bagi Objek Penelitian
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas, di dalam usahanya memperbaiki Komitmen Organisasi dan Disiplin Kerja dalam rangka meningkatkan Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Camat Kecamatan Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas pada khususnya dan Instansi-instansi Pemerintah pada umumnya.
3. Bagi Almamater
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu sumber referensi dan bahan bacaan dalam melakukan penelitian-penelitian yang sejenis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar